Click ... Terima kasih.

Click Me! Click Me! Thanks
Looking for gifts for birthday, wedding, anniversary etc?
Ingatkan daku...
Ingatkan kesilapan dan kesalahanku kerana Sayangmu,
Bukan kerana benci dan cemburu...
{wansiti}

Search

POST-TO-DO

DEALER TOPUP MALAYSIA
SEWA RUMAH DI KOTA BHARU, KELANTAN PENGANGKUTAN DISEDIAKAN
Tambah PENDAPATAN Paling Mudah Dengan SIMPAN EMAS!!!

Apakah Alkohol (ethanol) Haram?

1. Ethanol (alkohol) tidak sama dengan khamr (arak). Ethanol adalah salah satu bahan kimia yang status kehalalannya sama dengan status kehalalan bahan kimia lainnya di mana sifatnya di dalam bahan pangan tergantung kepada konsentrasinya. Ethanol tidak diminum dalam bentuk asalnya sedangkan khmar adalah sesuatu yang diminum.
gambar sekadar hiasan

2. Khamr adalah segala sesuatu yang diminum yang bersifat memabukkan.Dasarnya adalah hadis "segala sesuatu yang memabukkan itu khamr dan khamr itu haram". Keharaman khamr juga ditegaskan didalam Al Quran surat Al Maidah ayat 90-91.

3. Ethanol ada di banyak bahan pangan seperti buah-buahan, itu sebabnya bukan keberadaan ethanol yang menyebabkan suatu bahan haram, akan tetapi lebih kepada berapa kadarnya. Untuk menetapkan berapa batas kadar ethanol yang tidak diperbolehkan ada di dalam bahan pangan atau minuman maka hadis mengenai jusdapat dirujuk, beberapa hadis tersebut iaitu:

a. "Minumlah itu jus selagi ia belum menjadi keras" . "Berapa lama ia menjadi keras", tanya para sahabat, "Ia menjadi keras setelah 3 hari".

b. Rasulullah biasa menyimpan perasan anggur, pada malam pertama diminumnya,pada malam kedua diminumnya, sedangkan pada malam ketiga perasan anggur tersebut telah berubah menjadi bersifat memabukkan maka Rasulullah membuangnya.

c. Pada suatu ketika seorang sahabat membawakan minuman jus ke hadapan Rasulullah yang akan berbuka puasa, akan tetapi Rasulullah menolak minuman tersebut kerana ternyata telah terbentuk gelembung pada minuman tersebut. (Keterangan: ini tanda telah terjadinya fermentasi alkohol pada minuman tersebut). Dari hadis-hadis tersebut di atas jelaslah jus buah yang mengandungi ethanol/alkohol (pada jus jeruk dapat mencapai 0.15% alkohol) adalah halal, bahkan jus yang disimpan sampai 2 malam itu juga halal, padahal jus yang disimpan pada suhu kamar dan keadaan aerobik jelas akan mengalami fermentasi alkohol yang spontan sehingga kadar alkoholnya meningkat. Pada penyimpanan hari ke-3 jus tersebut telah berubah sifatnya menjadi memabukkan, pada keadaan inilah kadar alkohol ditetapkan menjadi batas di mana suatu minuman menjadi haram hukumnya.

4. Majlis Ulama' Indonesia (MUI) telah memfatwakan bahawa minuman keras adalah minuman yang mengandungi alkohol 1% atau lebih. Jika suatu minuman mengandungi kadar alkohol kurang dari satu persen (<1%) akan tetapi minuman tersebut sudah diniatkan untuk dijadikan minuman yang memabukkan maka statusnya juga haram. Akan tetapi jika minuman tersebut tidak ditujukan untuk dijadikan minuman memabukkan walaupun mengandungi alkohol kurang dari 1% tetap halal sepanjang bukan terbuat dari bahan yang haram atau mengandung bahan yang haram.

5. Kesimpulannya: ethanol itu sendiri tidak haram, sama halnya dengan bahan-bahan kimia lain yang bahkan lebih toksik dari ethanol seperti aseton, kloroform, dll. Keberadaan ethanol di dalam bahan pangan tidak masalah asalkan kadarnya kurang dari satu (<1%). Jika kadar alkohol suatu minuman atau bahan pangan 1% atau lebih maka minuman tersebut statusnya haram. Batas 1% merupakan hasil ijtihad Komisi Fatwa MUI.

Sumber *)Anton Apriyantono : Dosen Pada Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan IPB, Auditor LPPOM MUI, Menteri  Pertanian (2004 - 2009) 

Suka entri ini? (=^_^=)

comment 0 comments:

--------------------------- (=^_^=) ------------------------------

Related Posts with Thumbnails

Followers

© 2010 Genius Resources is proudly powered by Blogger